ads

Sunday, January 9, 2011

Beban Sebuah Kapak


 

Saat kematian seribu wajah menjelma. Illustrasi di hasilkan tahun 1986 semasa di BPM.


Sebuah kisah anthrax menjadi tablet untuk direnungi. Seorang raja yang disayangi rakyat. Suatu hari raja memanggil penasIhatnya. "Beta ingin menguji kesetiaan kamu", katanya membuka bual bicara. "Bagaimana caranya Tuanku?", tanya penasihat. "Jika beta mangkat, beta ingin ditemani di dalam kubur nanti selama 40 hari. Siapakah yang sanggup?, akan beta berikan kekayaan harta benda...", bentang Sang Raja. Penasihat Istana terkulat-kulat dan bertanya sesama sendiri.

Ditakdirkan raja mangkat selepas perancangan itu, maka berita itu diuar-uarkan ke seluruh negeri. Sekian lama, belum ada satu pun yang sanggup tinggal di dalam kubur termasuk keluarga terdekat yang disayangi. Sebelum raja mangkat lagi penawaran untuk ditemani di kubur pernah diajukan kepada isteri tersayang. "Apa, buang terbiat orang tua ni fikir permaisuri? Diajukan kepada anak-anaknya. "Apakah ayahenda sanggup melihat anakenda di sana?....

Hingga satu hari datang seorang pencari kayu dengan hanya membawa sebatang kapak yang dimilikinya sanggup menemani Sang Raja. Isteri Sang Pencari Kayu pun reda dengan niat suci suaminya. "Apa nak ditakutkan, abang pun sering keluar masuk hutan berhari-hari mencari kayu?... 

Peluang baik bukan selalu datang. Kita juga ingin menjadi kaya...
"Akan kau jaga dengan apa Sang Raja nanti didalam kuburan?" tanya penasihat terkebil-kebil melihat telatah Sang Pencari Kayu yang miskin itu. "Hanya dengan ini.... Kapak", kata Sang Pencari Kayu menjawab. Akhirnya penguburan dilaksanakan di sebelah Sang Raja dan Sang Pencari Kayu menemani Sang Raja dengan berbekal kapak serta dilengkapi makanan serta minuman dan jugak saluran yang dihubungkan ke atas tanah, untuknya bernafas.


Al Fatihah buat Pak Saudara, Chu Nipah yang disemadikan
di kuburan, Cheras, KL.

Hari pertama berlalu begitu mengerunkan, Sang Pencari Kayu didatangi malaikat yang mananyakan perihal kapak yang dibawanya. Begitu pula dengan hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Setiap malaikat yang datang kepadanya hanya menanyakan akan hal sebilah kapak yang dipegangnya.

Dari mana Sang Pencari Kayu mendapatkan, untuk apa digunakan, bagaimana ia menggunakannya, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hutan siapa yang ditarahnya, apa jenis pokok, tanah siapa dan sebagainya. Si Pencari Kayu kebingungan mengila. Hingga selama 40 hari itu tidak ada satu pun hal dan pertanyaan yang menyangkut peri hal Sang Raja.

Setelah lewat keempat puluh hari, Sang Pencari Kayu memberi tanda ke atas bahwa dia hendak keluar dari dalam kubur Sang Raja. Sesampainya di atas, terburu-buru Sang Pencari Kayu pulang ke rumah. "Hai Pencari Kayu!, kau harus menerima dahulu hadiah yang telah dijanjikan Sang Raja." kata si penasihat bersemangat.

Antara takut dan gusar Sang Pencari Kayu menjawab, "Tidak, tidak. saya tidak sanggup menerimanya. Untuk sebilah kapak saja, hingga empat puluh hari pertanyaan-pertanyaan dari malaikat kubur tak juga kunjung selesai. Bagaimana saya harus menjawab pertanyaan dari beban harta yang akan saya terima sebanyak itu kelak ?". Sang Pencari Kayu menonong berlalu. Pembesar-pembesar istana temenggu, mata terkebil-kebil...


..........................


Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah bersabda: Tiga perkara yang akan mengiringi mayat, yang dua akan kembali dan yang satu akan menetap. Ia akan diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya. Keluarga dan hartanya akan kembali dan tinggallah amal perbuatannya. (Shahih Muslim).

- Seterusnya Iman yang arif menasihatkan jemmah jangan lupa berzakat. Berzakat dapat mensucikan harta kita. Sekarang kaedah telah dimudahkan kepada sesiapa ingin berzakat, ujar Pak Iman lagi.

Gambar/ilustrasi sekadar hiasan.
Photo/illustration for display purposes.


1 comment:

miedah29 said...

Bagus untuk di renungi bersama...mengingatkan kita bahawa beramal lah sementara masih diberi keizinan untuk bernafas...